Laudato Si’ adalah panggilan Paus Fransiskus untuk konversi ekologis yang mendalam, mengakui ciptaan bukan sebagai sumber daya untuk dieksploitasi tetapi sebagai anugerah suci yang dipercayakan kepada kita untuk dijaga.
Ini mengajarkan bahwa:
Krisis ekologis tidak terpisahkan dari krisis moral dan spiritual.
• Bumi adalah rumah bersama kita, di mana tangisan bumi dan tangisan orang miskin adalah satu dan sama.
• Segala sesuatu saling terkait, membutuhkan pendekatan yang menyatukan ekologi, keadilan, dan martabat manusia.
• Ekaristi adalah tindakan kosmik cinta yang mengumpulkan seluruh ciptaan ke dalam Kristus (LS 236).
• Discipleship Kristen sejati menuntut perhatian terhadap ciptaan, keadilan bagi yang rentan, dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang.
Basilika Kepausan Santo Fransiskus dari Assisi
St. Fransiskus dari Assisi berdiri sebagai salah satu saksi paling terang tentang spiritualitas ciptaan dalam tradisi Kristen. Dilahirkan dalam kekayaan namun tertarik pada kemiskinan radikal, Fransiskus menemukan kebahagiaan yang mendalam dalam hidup sederhana dan bebas di hadapan Tuhan. Saat dia berjalan melalui hutan dan kota, dia menyapa setiap makhluk sebagai saudara atau saudari — bukan karena sentimentalitas, tetapi dari keyakinan mendalam bahwa semua makhluk mencerminkan kebaikan Sang Pencipta.
Dia memeluk orang yang terkena kusta saat orang lain mundur, melihat dalam tubuh mereka yang rusak penderitaan Kristus. Dia berkhotbah kepada burung, bukan karena mereka membutuhkan pengajaran, tetapi karena hatinya meluap dengan kekaguman terhadap keindahan karya Tuhan dalam setiap makhluk hidup. Dalam Kidung Makhluk-makhluknya, Fransiskus menyanyikan pujian untuk Saudara Matahari, Saudara Bulan, Saudara Angin, dan bahkan Saudara Kematian — mengungkapkan sebuah spiritualitas di mana seluruh kosmos menjadi paduan suara pujian.
Francis tidak pernah menyembah alam; sebaliknya, dia menyadari bahwa ciptaan adalah cermin dari kasih ilahi. Hidupnya mewujudkan kerendahan hati, rasa syukur, dan belas kasih yang dipanggil oleh Laudato Si’ agar setiap orang Kristen dapat menemukannya kembali. Karena alasan ini, Gereja menyatakan dia sebagai pelindung ekologi dan inspirasi untuk hubungan yang diperbarui antara umat manusia dan dunia alami.
CSDC 461 – Kitab Suci dan Magisterium adalah panduan penting untuk menilai hubungan manusia dengan ciptaan. Gangguan ekologis muncul dari upaya manusia untuk menjalankan kekuasaan mutlak tanpa batas moral.
CSDC 462 – Alam sering kali direduksi menjadi sesuatu yang harus dimanipulasi dan dikonsumsi, yang menyebabkan alienasi dan pandangan yang terdistorsi tentang posisi manusia di dunia.
CSDC 463 – Etika ekologis yang sehat menolak dua ekstrem: mereduksi alam menjadi sekadar objek, atau memperlakukannya sebagai ilahi. Martabat manusia tetap menjadi pusat.
CSDC 464 – Memutuskan penciptaan dari Sang Pencipta menyebabkan terjadinya keretakan dalam hubungan manusia dengan alam dan sesama manusia. Sebuah visi yang berakar pada Tuhan mengembalikan harmoni.
CSDC 466 – Peduli terhadap lingkungan adalah kewajiban umum dan universal yang ditujukan untuk kebaikan bersama, karena semua makhluk saling terkait dalam rancangan Sang Pencipta.
CSDC 467 – Tanggung jawab lingkungan mencakup keadilan terhadap generasi mendatang, bukan hanya saat ini.
CSDC 468 – Perhatian terhadap lingkungan harus tercermin dalam undang-undang dan kebijakan, memastikan perlindungan ekosistem dan pencegahan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.
CSDC 469 – Pemimpin harus mengikuti prinsip kehati-hatian ketika risiko tidak pasti, mengutamakan keselamatan manusia dan keseimbangan ekologi di atas keuntungan jangka pendek.
Laudato Si’ & Ekologi
Kisah-kisah tentang perawatan untuk rumah bersama kita, dikurasi dari Instagram di seluruh dunia.
Terpujilah Dia mengajak kita untuk peduli terhadap rumah kita bersama, mendengarkan ratapan bumi dan ratapan kaum miskin. Di halaman ini, kami mengkurasi postingan Instagram dari berbagai komunitas, keuskupan, dan gerakan yang menjalankan panggilan ini.
Pos-pos ini dibagikan sebagai inspirasi dan kesaksian. Pendapat yang disampaikan tetap menjadi tanggung jawab penulis aslinya, sementara kami berusaha menyoroti konten yang sesuai dengan inti ajaran Gereja.
menjalani panggilan kita untuk menjadi pelindung karya cipta Allah adalah hal yang penting bagi kehidupan berkeutamaan. – Laudato Si’ #217
Tema
Saring posting berdasarkan tema yang terkait dengan Laudato Si’.
Posting Instagram yang Kuratif
Pos-pos terpilih terkait Laudato Si’ dan kepedulian terhadap ciptaan.
Bagaimana kami mengkurasi postingan ini
Pos-pos yang ditampilkan di sini dipilih secara manual dari akun Instagram publik yang berbagi konten terkait dengan Laudato Si’, konversi ekologis, dan kepedulian terhadap rumah bersama kita.
Kami bertujuan untuk menyoroti inisiatif dan refleksi yang sejalan dengan ajaran Gereja Katolik. Jika Anda percaya bahwa sebuah posting harus ditambahkan atau dihapus, silakan hubungi tim kami.
Hidup Laudato Si’ dengan JER
Temukan bagaimana gereja lokal kami merespons panggilan Laudato Si’.
Hari Perawatan Ciptaan
Kegiatan bersih-bersih komunitas dan kesadaran ekologis di lingkungan paroki kami.
Eko-Katekese
Sesi pembinaan yang menghubungkan iman, liturgi, dan perawatan ciptaan.
Mengurangi Sampah Plastik
Inisiatif paroki untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dalam pertemuan dan acara.
Peduli terhadap rumah bersama kita dimulai dari tempat kita berada.
Bergabunglah dengan kami dalam mewujudkan Laudato Si’ melalui doa, refleksi, dan tindakan nyata.

