(+62)878-3059-5777
info@jakartaeucharisticrevival.org

Magisterium & Katekismus

Mengapa Ekaristi adalah Sumber dan Puncak Iman Kristen Kita (Katekismus Gereja Katolik 1322-1419)

Ekaristi berada di pusat Gereja karena segala sesuatu yang kita adalah dan segala yang kita harapkan mengalir dari Kristus, dan dalam Ekaristi, Kristus Sendiri benar-benar hadir. Katekismus mengatakan, "Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristen" (KDK 1324), bukan hanya karena itu salah satu sakramen di antara banyak, tetapi karena mengandung seluruh kebaikan rohani Gereja—Kristus Sendiri.

Setiap sakramen memberi kita rahmat, tetapi Ekaristi memberi kita Pemberi rahmat. Pembaptisan menyatukan kita dengan Kristus; Penguatan memperkuat kita; Tobat menyembuhkan kita. Tetapi dalam Ekaristi, Kristus tidak hanya menyentuh kita—Dia memberi kita Tubuh dan Darah-Nya sebagai makanan, memenuhi janji-Nya: “Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, dia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yoh 6:56).

Dalam Misa, satu kurban Golgota dipersembahkan secara hadir (KKK 1367). Kami bukan penonton dari ritual simbolis; kami adalah peserta dalam tindakan penyelamatan Kristus. Itulah sebabnya Ekaristi disebut "sakramen kasih, persatuan, dan kasih sayang" (Katekismus Gereja Katolik 1323). Di sinilah kehidupan kita yang terpecah belah dikumpulkan dan dipersembahkan bersama roti dan anggur, yang menjadi Tubuh Kristus melalui transubstansiasi—perubahan ajaib zat yang diajarkan secara khidmat oleh Gereja (Katekismus Gereja Katolik 1376).

Dari Ekaristi, Gereja menarik hidupnya; kepada Ekaristi, semua ibadah dan misi-Nya kembali. Perbuatan kasih kami, penginjilan kami, doa kami, pelayanan kami, pengorbanan kami—semua menemukan makna dan kekuatannya dalam Perjamuan Kudus. Paus Benediktus XVI menulis, "Ekaristi adalah cinta yang mengubah kita dan membuat kita mampu memberi cinta" (Sacramentum Caritatis).

Dengan demikian, Ekaristi bukan sekadar devosi yang penting; itu adalah jantung yang berdetak dari Kekristenan. Ini adalah Kristus bersama kita, Kristus untuk kita, dan Kristus di dalam kita.

Mengapa Penciptaan Penting dalam Iman Kristen (KDK 279–324)